Dedi Irawan dari Kampar Raih Juara 3 Nasional Pemuda Pelopor Desa 2026

Bangkinang - Peringatan Hari Desa Nasional 2026 menjadi ajang prestasi membanggakan bagi Kabupaten Kampar dan Provinsi Riau. Pemuda asal Desa Tanjung Belit, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Dedi Irawan, S.Ag, berhasil meraih Juara III tingkat nasional Pemuda Pelopor Bidang Lingkungan.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Hari Desa Nasional 2026 yang digelar di Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (15/1/2026).

Juara pertama diraih Irfan Budiono dari Provinsi Banten, sementara juara kedua diraih Isal Nur Hidayatulloh dari Jawa Barat dan Juara ketiga diraih oleh Dedi Irawan dari Kabupaten Kampar sekaligus mewakili Provinsi Riau.

Penghargaan bergengsi itu diserahkan langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDTT) Yandri Susanto, didampingi Wakil Menteri Desa Ahmad Riza Patria.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kampar Febrinaldi Tridarmawan, S.STP, M.Si, CGCAE dan Sekretaris Dinas PMD Drs. Darusmar, M.Si serta Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas PMD Kampar Zamhur.

Penghargaan yang diraih Dedi Irawan merupakan hasil dari proses seleksi berjenjang yang dimulai dari tingkat daerah. Sebelum melaju ke tingkat nasional yang penjuriannya berlangsung pada Agustus 2025 lalu, Dedi direkomendasikan oleh Dinas PMD Provinsi Riau.

Dedi Irawan diketahui merupakan Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Batu Dinding Desa Tanjung Belit. Ia telah memimpin Pokdarwis tersebut selama tiga periode sejak berdiri pada tahun 2017.

Bersama Pokdarwis dan masyarakat setempat, Dedi aktif menggerakkan pelestarian lingkungan, khususnya menjaga hutan dari aktivitas penebangan liar. Program penanaman kembali pohon terus dilakukan demi menjaga keberlanjutan ekosistem.

Selain itu, Dedi juga menginisiasi program pengelolaan sampah di sejumlah objek wisata. Sampah yang sebelumnya berserakan kini dikelola dengan sistem pemilahan dan pengumpulan yang teratur.

Edukasi kepada pengunjung, khususnya generasi muda, juga terus dilakukan. Bahkan, setiap pengunjung yang masuk kawasan wisata didata di pos tiket dan diwajibkan membawa kembali sampahnya keluar dari area wisata.


Langkah ini telah diterapkan selama dua tahun dan terbukti membuat objek wisata yang dikelola Pokdarwis Batu Dinding bebas dari sampah.

Adapun objek wisata yang dikelola antara lain Air Terjun Batu Dinding, Pulau Tengah, Pemandian Sungai Lalau, rafting, serta Camping Ground Tanah Hitam.

Atas penghargaan yang diterimanya, Dedi berharap adanya dukungan lanjutan dari pemerintah daerah melalui program hilirisasi, khususnya dari Kementerian Desa PDTT.

Ia juga mendorong agar dilaksanakan Lomba Wisata Nusantara tingkat Kabupaten Kampar serta seleksi Pemuda Pelopor di tingkat kabupaten, disertai pelatihan kepemudaan oleh dinas terkait.